Kerajinan “Jebat Tanjak” Desa Pangke, Tanjung Balai Karimun

Awal mula usaha jebat tanjak bermula dari inisiatif dua pemuda yaitu Mansursyah dan Puttra yang mendapat kesempatan untuk mengikuti salah satu program desa dimana program tersebut mengadakan pelatihan membuat tanjak kreasi, setelah selesai melaksanakan pelatihan tersebut dan merasa mampu untuk memproduksi sendiri maka dimulailah produksi pertama dari tangan Mansur dan Puttra yang awalnya hanya bermodal beberapa meter kain songket dan sisa bahan pelatihan yang sudah tidak digunakan untuk membuat tanjak tersebut.

Awal mula usaha jebat tanjak bermula dari inisiatif dua pemuda yaitu Mansursyah dan Puttra yang mendapat kesempatan untuk mengikuti salah satu program desa dimana program tersebut mengadakan pelatihan membuat tanjak kreasi, setelah selesai melaksanakan pelatihan tersebut dan merasa mampu untuk memproduksi sendiri maka dimulailah produksi pertama dari tangan Mansur dan Puttra yang awalnya hanya bermodal beberapa meter kain songket dan sisa bahan pelatihan yang sudah tidak digunakan untuk membuat tanjak tersebut.

Usaha tanjak kreasi yang dijalankan oleh Mansur dan Puttra merupakan usaha kerajinan dibawah unit usaha BUMDes Bunge Tanjung Desa Pangke, dan pemasarannya dijalankan oleh Mansur dan Puttra. Usaha ini akan terus berkembang seiring waktu, dikarenakan tanjak merupakan salah satu identitas kearifan lokal dari seni budaya melayu yang bisa dipakai atau digunakan oleh semua usia sebagai rasa bangga dan cinta akan budaya melayu.

Modal awal yang dibutuhkan ketika mendirikan usaha tanjak ini hanya sekedarnya saja yang hanya memanfaatkan bahan sisa pelatihan dan beberapa meter kain yang didapatkan dari patungan Mansur dan Puttra peralatan seadanya memanfaatkan alat-alat dari pelatihan dan plastik pembungkus seadanya sebagai kemasan produk. Produk yang dihasilkan hanya berupa dua jenis produk tanjak saja. Awal produksi pengrajin tidak banyak membuat tanjak mengingat pasar yang dimiliki belum terlalu luas. Pemasaran awalnya menggunaka akun Facebook pribadi Mansur (Ahmad Mansursyah) dan Putta (Alfin Nda Syahputtra).

Pengenalan produk juga dilakukan melalui bazaar. Disamping itu, ada juga beberapa teman yang membantu menawarkan untuk memasarkan produk tanjak “Jebat Tanjak”. Setelah melakukan produksi 2 Bulan produk “Jebat Tanjak” telah mengalami perkembangan yang cukup baik, hal ini dapat dilihat dengan bertambahnya permintaan dari pelanggan.  Namun modal yang dibutuhkan untuk membeli bahan baku semakin bertambah dibandingkan dengan modal awal pada saat produksi dijalankan. Dari segi produksi, awalnya usaha ini hanya memproduksi produk dalam kemasan plastik dengan tenaga kerja hanya Mansur dan Puttra. Mereka berperan sebagai pengrajin sekaligus sebagai tenaga kerja. Sampai saat ini hanya mampu memproduksi tanjak sejumlah 10 buah tanjak per hari dan 80 buah tanjak dalam jangka waktu seminggu dengan modal pembelian bahan baku sekitar 3,5 Juta. Untuk meningkatkan hasil produksi yang semakin berkembang. Penambahan tenaga kerja diharapkan agar hasil produksi dapat ditingkatkan sehingga jangkauan pasar semakin luas.

Usaha kerajinan tanjak kreasi “Jebat Tanjak”  yang dijalankan oleh Mansursyah dan Puttra ini adalah salah satu unit usaha dari BUMDes Bunge Tanjung Desa Pangke, yang bergerak di bidang pembuatan dan pemasaran kerajinan tangan (Handycraft). Dapat dikatakan sebagai unit usaha dari BUMDes Bunge Tanjung Desa Pangke karena dijalankan atas pembinaan Pemerintah Desa Pangke yang menggunakan fasilitas dari pengelolaan dana Desa yang belum mendapatkan penyertaan modal sebagai unit usaha BUMDes dan saat ini masih belum memiliki tenaga kerja dikarenakan kegiatan produksi masih bisa dilakukan oleh Mansursyah dan Puttra. Serta sampai saat ini modal diupayakan dan diperoleh dari dana pribadi Mansursyah dan Puttra serta pinjaman modal jika mendapat orderan lebih dari kemampuan pribadi Mansursyah dan Puttra.

Jebat Tanjak sangat  menginginkan upaya penambahan modal dari pihak ketiga seperti pinjaman dari perbankan, pinjaman dari lembaga keuangan, maupun dari persahaan non bank lainnya agar usaha kerajinan tanjak ini dapat berkembang dan mampu bersaing dengan produk tanjak lain yang ada di Kepri.

Kelebihan pada produk Jebat Tanjak

  • Dari segi mutu, produk Jebat Tanjak dapat diandalkan. Dalam proses pembuatannya pengrajin menggunakan pemakaian bahan baku yang berkualitas baik
  • Produk sudah mulai dikenal konsumen
  • Harga relatif terjangkau
  • Disukai oleh konsumen dari berbagai kalangan
  • Selain untuk bisnis kerajinan tanjak juga berfungsi sebagai pengembangan salah satu seni kerajinan dan budaya melayu serta identitas kearifan lokal, dan
  • Produk yang dibuat dapat disesuaikan dengan keinginan konsumen.

___________

Workshop :

Jl. Letjend Soeprapto RT 01 / RW 02, Desa Pangke, Kec. Meral Barat, Kab. Karimun, Kepulauan Riau 29634 | HP/WA – 0813 640 062 12 (Mansursyah)

___________

Stand Display Produk :

Rumah Kreatif BUMN (RKB Karimun) Hall A Coastal Area, Dekranasda Kabupaten Karimun, Jln. Nusantara (Samping kedai kopi Cirebon), Gerai UKM Karimun, Ruang Pelabuhan Tunggu Domestik Karimun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EnglishIndonesian