7 Temuan Teknologi Pertanian Inovatif

Dunia pertanian menjadi salah satu sektor vital di bumi. Itu karena, pertanian adalah “urusan perut” lebih dari 6 miliar manusia. Seiring dengan perkembangan zaman yang semakin pesat, para inventor pun menemukan berbagai cara untuk terus mengembangkan pertanian berbasis teknologi mutakhir.

Untuk itu, inilah 7 temuan teknologi pertanian inovatif di tahun 2017 versi Trubus.id.

1. Helm Green Composite

Foto: Trubus.id/ Dok. Trubus.id

Bila pada umumnya helm diciptakan menggunakan bahan karbon dan komposit plastik lainnya, peneliti IPB bernama Siti Nikmatin dari fakultas MIPA ini membuat helm dari serat tandan kosong kelapa sawit sebagai bahan dasarnya.

Ditemui Trubus.id beberapa waktu lalu, helm Green Composite ini disebutkan sudah lolos standar SNI dan standar Amerika. Serat tandan kosong kelapa sawit yang dicampurkan dengan bahan polimer Akrilonitril Butadiena Stiren (ABS) ini efektif meredam tumbukan. 

Helm yang dihargai sekitar 250 ribu rupiah ini akan terus di produksi secara massal hingga mencapai 500 unit pada tahun ini. Ada kemungkinan untuk di ekspor karena telah lolos sertifikasi keamanan dunia.

2. Piring yang Terbuat dari Daun

Foto: Instagram/ @leaf.republic

Siapa sih yang tidak kenal piring? Alas bagi setiap orang untuk meletakan makanannya ini umumnya terbuat dari beling, logam, hingga plastik yang tidak ramah lingkungan. Namun, sebuah perusahaan dari Jerman bernama Leaf Republic menciptakan piring yang ramah lingkungan berbahan dasar dedaunan.

Piring daun ini sanggup bertahan selama satu tahun, bahkan tidak berdampak apabila digunakan kembali setelah dicuci. Namun apabila piring ini di buang, maka dalam beberapa minggu saja sudah dapat terurai di tanah.

Piring ini terbuat dari 3 lapis daun yang disatukan dengan cara dijahit dan direkatkan dengan serat kelapa serta kertas daun. Tidak digunakannya zat aditif apapun dalam proses pembuatannya menjadikan piring daun ini solusi jitu untuk mengurangi sampah plastik di darat dan laut. Daunnya sendiri diambil dari tanaman liar yang banyak merambat di Amerika Selatan dan Asia.

3. Kantong Plastik dari Singkong

Foto: Istimewa

Laki-laki penemu kantong plastik (bioplastik) dari ampas singkong itu bernama Kevin Ismoyo. Berawal dari keprihatinannya melihat kondisi pantai di Bali yang penuh dengan sampah plastik, Kevin tergerak menciptakan plastik ramah lingkungan yang aman bagi kehidupan seluruh makhluk hidup.

Bersama timnya, selama 3 tahun ia meneliti bahan dasar bioplastik ramah lingkungan yang murah dan mudah didapatkan oleh masyarakat. Akhirnya, dipilihlah singkong karena produksinya melimpah dan ada di mana-mana. Singkong yang digunakan pun hanya ampasnya saja, yang diambil dari pati singkongnya.

Sampai saat ini, 80 persen bioplastik hasil karyanya sudah dipasarkan ke luar negeri, dengan Australia menjadi negara favorit.

4. Drone Sawah

Foto: Youtube/ Trubus Channel

Kini, drone tidak hanya digunakan sebagai alat yang digunakan untuk kebutuhan fotografi atau videografi aerial saja, Balai Penelitian Lingkungan Pertanian (Balingtan) Kecamatan Jakenan, Kabupaten Pati, Jawa Tengah memanfaatkan teknologi kekinian itu untuk membantu menyemprotkan pestisida di lahan sawah.

Dengan bantuan drone, proses penyemprotan pun dapat dilakukan dengan lebih cepat dan efisien. Bayangkan, sawah seluas satu hektare dapat disemprot hanya dalam waktu kurang dari 30 menit, bandingkan dengan cara manual yang bisa memakan waktu 175 menit. Cairan pestisida yang digunakan drone sawah juga lebih sedikit yakni hanya 99,05 liter untuk satu hektar sawah, sedangkan yang manual bisa menghamburkan 142,86 liter.

Penggunaan drone sawah ini juga lebih ramah lingkungan karena operator tidak mudah terpapar cairan pestisida yang berbahaya bagi kesehatan. Hal ini dikarenakan drone terbang di ketinggian satu meter di atas tajuk padi. 

Drone sawah ini juga di klaim menjadi yang pertama digunakan di Indonesia. Dengan ini, maka diharapkan dapat signifikan meningkatkan produksi pertanian.

5. Aplikasi Smartphone Pemantau Tanaman

Foto: Dok. Habibi Garden

Terobosan yang dilakukan oleh perusahaan startup bernama Habibi Garden ini patut diapresiasi, karena dengan Habibi (nama aplikasi tersebut) maka petani akan dapat dengan mudah memantau mengukur kelembapan dan mengukur nutrisi yang dibutuhkan tanaman secara real time. Hal ini tentu dapat membantu petani mengurangi risiko kegagalan panen.

Cara kerjanya pun cukup sederhana, yakni hanya dengan meletakan alatnya di perkebunan atau lahan yang ditanami komoditi sayuran atau lainnya. Dengan kata lain, lahan pertanian atau perkebunan tidak masalah ditinggalkan pemiliknya karena dia bisa memantaunya lewat sentuhan smartphone.

Dengan adanya teknologi pertanian modern seperti ini, diyakini produksi panen akan meningkat menjadi 20 persen lebih banyak ketimbang yang konvensional.

6. Tanaman Cahaya yang Bisa Gantikan Fungsi Lampu

Foto: Istimewa

Pernah melihat film Avatar? Film fiksi garapan sutradara James Cameron itu memperlihatkan bagaimana pohon di dunia Pandora berpendar layaknya lampu pada malam malah hari. Hal itu bukan lagi khayalan, sebab peneliti dari MIT baru-baru ini berhasil menciptakan tanaman bercahaya sungguhan yang bisa digunakan untuk mengganti fungsi lampu jalanan.

Untuk menghasilkan tanaman yang bercahaya tersebut, tim peneliti MIT menggunakan luciferase, (zat yang memberikan cahaya pada kunang-kunang). Setelahnya, mereka membuat nanopartikel yang mengandung luciferase, juga luciferin dan coenzyme A, untuk menghasilkan efek yang diinginkan.

Kemudian tanaman direndam di larutan yang mengandung partikel-partikel tersebut dan mengeksposnya pada tekanan tinggi. Hasilnya, tumbuhan yang bersinar selama hampir empat jam pun dapat menyinari hari mu.

7. Listrik dari Pohon Kedondong

Foto: Istimewa

Sepintas tidak ada yang berbeda dari anak laki-laki usia 15 tahun bernama Naufal Raziq asal Langsa, Provinsi Nangroe Aceh Darusalam ini. Namun, inovasinya yang berhasil menciptakan listrik dari pohon kedondong pagar ini sungguh diluar ekspektasi anak seusianya.

Berbekal rasa penasarannya setelah mengetahui ada kandungan listrik dalam buah-buahan asam seperti jeruk, kentang dan mangga dari pelajaran IPA, ia mulai bereksperimen sampai akhirnya menemukan pohon kedondong bisa menjadi sumber energi listrik.

Berkat penemuannya ini, ia pun dibiayai untuk terus mengembangkan penemuannya ini oleh PT Pertamina.

Nah, itulah 7 penemuan inovatif menurut Trubus.id. Luar biasa bukan? [DF]

Sumber : Trubus

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EnglishIndonesian