Haru Biru di Kota Bandung

Nama saya Fharel Rafli Akbar, biasanya dipanggil Fharel. Saya datang dari SMA INS Kayutanam, Padang Pariaman. Berikut sedikit pengalaman saya, saat menjadi peserta Magang di Pelita Desa beberapa waktu yang lalu bersama teman-teman. 

Saya akan menceritakan tentang pengalaman saya selama berada di Bandung, dimana kami mendapatkan tantangan dari Pelita Desa untuk melakukan Life Survival. Bertahan hidup tanpa uang sepeser pun.

Kami berangkat dari padang pada hari rabu pukul 18:00 WIB dan sampai di bandara Soekarno-Hatta Tanggerang Banten pada pukul 22:25 WIB dan langsung pergi ke terminal kampung rambutan untuk menaiki bus ke Bandung,sebelum pergi semua uang yang kami bawa di sita dan disitulah petualangan kami di mulai. Kami sampai di terminal leuwi panjang pada pukul 07:00 WIB, kemudian kami mencari tempat beristirahat sementara dan Alhamdulillah kami bisa beristirahat di salah satu masjid di daerah Leuwi panjang tersebut,setelah meletakan barang bawaan dan membersihkan diri, kami langsung membagi kelompok menjadi 3 dengan anggota satu kelompok sebanyak 5 orang.

suasana saat melepas lelah perjalanan menuju Lembang

Hari pertama saya pergi ke rumah makan Padang tapi tidak ada satu pun yang mau menerima dengan alasan sepi, kemudian saya pergi ke PKL di sepanjang jalan tapi masih tidak ada seorang pun yang mau menerima saya, dan akhirnya saya pergi ke terminal leuwi panjang dan alhamdulillah di sana saya dapat pekerjaan mencuci piring di salah satu PKL dan tanpa diduga saya mendapatkan uang dari salah satu pembeli di tempat saya bekerja tersebut. Hari kedua kami berada di Home Stay Setia Budi, kami menginap di sana tanpa bayar tapi sebagai ganti nya kami membersihkan tempat penginapan tersebut sesuai apa yang telah di sepakati sebelumnya dengan pemilik penginapan tersebut. Siangnya kami langsung ke Farm House dan berjualan untuk tiket masuk ke dalam, setelah uang kami sudah cukup untuk masuk membeli tiket, kami pun masuk ke Farm House. Dari Farm House kami di bawa ke Floating Market.

Hari ketiga kami menginap di sebuah mushalla di tempat tahu susu Lembang, kemudian kami berjualan salak,tempe,dan pisang. Setelah uang terkumpul kami naik angkot ke terminal Leuwi Panjang, setelah sampai di sana kami naik bus  tujuan Sukabumi.Tiba di sukabumi kami naik angkot lagi ke Ciseeng dan kami pun tiba di Ciseeng pada hari Sabtu pukul 01:30 WIB. Ternyata mencari uang itu tidaklah mudah, butuh perjuangan dan kerja keras.

Oleh : Fharel Rafli Akbar (Siswa SMA INS Kayutanam Kelas XI)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EnglishIndonesian