PELITA DESA “Sampai Dimana, Mau Kemana?

Pelita Desa telah dikenal sejak tahun 2002 sebagai bagian dari Pelita Ilmu yang fokus kegiatannya di desa. Pelita Desa terletak di Desa Putat Nutug Ciseeng, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Salah satu kegiatan Pelita Desa adalah Outbond, yang dikenal sebagai Outbond Pelita Desa.

Ketika outbond mulai ramai pengunjung, Pelita Desa mulai mengadakan kegiatan lain. Semula kegiatan yang dilakukan selain Outbound adalah PKBM, Pelatihan Memasak ibu-ibu desa, Pelatihan Remaja menjadi Fasilitator, Petugas Kebersihan, Mengatur Pemesanan, Pengelolaan Keuangan, dll.

Setelah selesai melatih para petugas tersebut, Pelita Desa mulai melihat keluar, karena kebijakan utama Pelita Desa adalah untuk mengembalikan pendapatan kepada masyarakat. Sekitar 80% pendapatan Pelita Desa dikembalikan unuk pengabdian masyarakat dan hanya sekitar 20% yang digunakan untuk pembinaan SDM dan pemeliharaan.

Salah satu kebijakan yang unik dalam Pelita Desa adalah Pelita desa tak mempunyai karyawan padahal siswa/i yang berkunjung ke Pelita Desa dapat mencapai 500 sampai 1000 orang sehari, yang memerlukan puluhan tenaga untuk bisa melayani mereka. Semua kegiatan itu dilayani oleh kelompok masyarakat yang bertanggung jawab terhadap kegiatan yang telah ditentukan. Jadi Pelita Desa tak direpotkan lagi oleh absensi , jadwal kerja, dll.

Kelompok kerja yang dibentuk bertanggung jawab penuh dalam pelaksanaan kegiatan dan Pelita Desa hanya berurusan dengan ketua kelompok yang menjadi penanggung jawab berbagai kegiatan seperti edukasi, rekreasi, kebersihan, konsumsi, kamar mandi, tempat ibadah, dll.

Bahkan juga ada kelompok pedagang yang menjual berbagai souvenir. Sehingga sebagai sebuah organisasi, Pelita Desa amatlah sederhana. Hanya terdiri dari Ketua Pelita Desa serta para Relawan yang siap mendukung kegiatan Pelita Desa, yang semakin lama semakin kompleks .

 

Kelompok Pakar

Pelita Desa kini mendorong relawan untuk mempunyai bidang kepakaran, sehingga mereka dapat mandiri secara Finansial bahkan dapat menolong orang lain.

Sesuai dengan kegiatan yang telah ada, para Relawan telah memilih bidang kepakaran masing-masing sesuai dengan bakat serta keinginan mereka.

Diantara kepakaran yang dipilih adalah :

  1. Flying Fox Outbound : Membangun dan mendirikan Flying Fox di berbagai area outbound. Sdr. Rohim adalah salah seorang pakar di bidang ini.
  2. IT, Desain Grafis & Media Online : Sdr. Wawan
  3. Finance & Exponential Abundance : Sdr. Yonedi
  4. Arsitektur : Sdr. Rizki, Tami & Mifta
  5. Petanian & Perkebunan : Bp. Yahya dan Sdr Yudha
  6. Peternakan: Sdr. Imam
  7. Perikanan : Sdr. Adi Setiadi
  8. Desa Wisata : Sdr. Riki, Karim dan Dicky
  9. Training & Pelatihan : Sdr. Kristanto
  10. Travelling : Tiqoh
  11. Pilot drone
  12. Advokasi dan Networking

Dengan memilih kepakaran relawan diharapkan mampu berkembang dan menjadi pakar yang dapat dihandalkan sehingga mampu mempunyai pengahasilan yang cukup didukung oleh filosofi dan pelatihan yang telah dijalani.

Kemitraan pun dilakukan antara lain dengan Desa Konawi (Kendari), Embung Pernek Sumbawa, Kampung Cikadu Tanjung Lesung, Pangandaran , Bondowoso dan INS Kayutanam Sumatera Barat, yang merupakan contoh bagaimana relawan dapat dikumpulkan dalam waktu singkat berangkat ke daerah mitra tanpa mengganggu pekerjaan sehari hari. Sebagian besar relawan Pelita Desa bukanlah pegawai kecuali sdr. Yonedi dan Prof. Samsuridjal Djauzi. Para relawan itu dengan mudah dapat dipanggil jika diperlukan.

 

Keyakinan Pelita Desa

Keyakinan Pelita Desa adalah sama dengan keyakinan kaum muslim pada umumnya. Dalam menerapkan ajaran Islam, Pelita Desa menerapkan beberapa hal yaitu :

  1. Allah SWT memberikan karunia yang melimpah. Karunia tersebut tak terbatas pada manusia tetapi juga pada semua makhluk Allah. Sebagai makhluk Allah, manusia harus mencari karunia tersebut dengan usaha, ilmu dan doa. Pelita Desa percaya sumber daya yang melimpah tersebut dapat dinikmati oleh seluruh manusia jika manusia mau berkolaborasi, saling tolong menolong dan tidak serakah.
  2. Setiap manusia dapat hidup cukup, bahkan dapat menolong orang banyak dengan ketrampilan, jaringan pertemanan dan tentu saja disertai doa.
  3. Setiap Relawan Pelita Desa mengutamakan MANFAAT bukan uang atau harta.
  4. Relawan Pelita Desa hendaknya selalu siap dengan tangan diatas , menolong orang lain berbagi rezeki dan berbagi kebahagiaan.
  5. Relawan Pelita Desa hendaknya berupaya untuk kaya tapi tak berlebihan jika harta berlebih serahkan kembali ke masyarakat sebagai sedekah, infaq, zakat dan waqaf. Jangan menumpuk numpuk harta yang tak punya nilai sosial. Reawan Pelita Desa tidak takut miskin!
  6. Relawan Pelita Desa handaknya punya kesempatan untuk bepergian ke desa dan Negara lain, menyaksikan keindahan alam dan keanekaragaman budaya karunia Allah.
  7. Relawan Pelita Desa tak suka konfrontasi tapi lebih memilih kolaborasi, termasuk dengan para pemodal besar. Kami menyadari Pelita Desa tak akan mampu berkompetisi apalagi berkonfrontasi dengan pemodal besar, namun kami percaya kami dapat bekerjasama untuk mensejahterakan masyarakat.
  8. Pelita Desa percaya warga desa dapat hidup sejahtera, hidup aman dan nyaman di desa mereka sendiri. Pembangunan desa harus diutamakan dan Pelita Desa memilh pendekatan dengan melatih remaja untuk ikut membangun desa bersama masyarakat dan aparat desa mereka.
  9. Pelita Desa akan memelihara harta warga desa yang paling berharga yaitu tanah, agar tetap menjadi milik warga desa untuk kehidupan mereka dan keturunan mereka di masa datang.
  10. Pelita Desa percaya salah satu bidang pekerjaan yang dapat menjadikan orang makmur dan hidup bahagia dalah Pertanian, Peternakan dan Perikanan. Kehidupan petani peternak serta nelayan harus didukung oleh sistem perdagangan yang adil, yang memberi porsi keuntungan terbesar kepada mereka yang bekerja keras.
  11. Pelita Desa percaya kemajuan teknologi termasuk teknologi informasi akan dapat mempercepat pembangunan desa dan memudahkan produk,  pemasaran produk tani, dan penggalangan investasi. Pelita Desa mengajak remaja terdidik di kota untuk mau berkarya di desa, mendirikan berbagai start up untuk mendukung produksi dan perdagangan hasil warga desa.
  12. Pelita Desa percaya bahwa Indonesia akan maju, jika semua komponen bangsa bersatu, saling menghormati, berbagi dan bersama menghadapi masalah internal maupun masalah yang datang dari luar.
  13. Pelita Desa memilih pesantren yang tersebar di berbagai desa sebagai teman dalam membangun desa, karenanya pesantren itu sendiri harus mempunyai kemampuan untuk mandiri dan menolong masyarakat. Citra pesantren yang baru adalah lembaga yang bermanfaat untuk pendidikan, menjaga agama dan memakmurkan masyarakat desa. Pesantren tidak lagi tangan di bawah tapi tangan diatas .

 

Langkah Kecil Membangun Desa

Langkah kecil yang dilakukan Pelita desa sampai saat ini adalah :

  1. Pelatihan Remaja Desa dari berbagai pelosok tanah air.

Meliputi daerah Tanjung lesung, Pangandaran, Cilacap, Cirebon, Temanggung, Bondowoso, Batusangkar, Kayutanam , Siantar, Makasar, Kendari, Gorontalo, Minahasa , Kalimantan Timur.

Pelatihan 10 hari yang meliputi :

– Dasar-dasar pemikiran Pelita Desa

– Ketrampilan IT terutama menggunakan HP untuk berbisnis online, website dan desain grafis

– Mengenal dan memanfaatkan peluang, komunikasi dan kerjasama dengan berbagai fihak, menjalin jaringan pertemanan

– Uji daya tahan fisik antara lain mendaki gunung serta bertahan hidup di kota besar tanpa uang, dll

Semuanya itu diharapkan akan dapat membentuk karakter yang diperlukan sebagai pelopor pembangun desa yang memiliki inisiatif, kreatif dan tak menyusahkan orang lain. Punya teman banyak sehingga jika memerlukan dukungan, banyak yang akan membantu.

Pelita Desa tak bicara lagi tentang remaja desa yang miskin, yang tak percaya kepada keberhasilan di masa depan. Pelita Desa mengajak remaja desa memakmurkan diri dan warga desa.

  1. Mendukung pembangunan desa dengan kelompok remaja kreatif

Remaja yang telah dilatih, telah mulai menilai potensi desa, mengajak teman-teman remaja untuk menjadi “Kelompok Remaja Desa Kreatif”dan menghasilkan berbagai ide dalam kegiatan membangun desa.

Sedapat mungkin mereka memanfaatkan sumber daya yang ada di desa namun jika tak tersedia sumber daya yang dibutuhkan tersebut, maka dapat meminta dukungan luar diantaranya dari Pelita Desa.

Hubungan yang ada antara Pelita Desa dengan remaja desa adalah kemitraan, bukan hubungan bisnis. Pelita Desa dengan senang hati akan membatu baik berupa tenaga pakar maupun dana sesuai dengan kemampuan. Pelita desa adalah organisasi kecil yang tak memiliki banyak dana. Bahkan Pelita Desa sering kehabisan uang tunai, karena semua dana yang diterima langsung disalurkan untuk masyarakat atau pembinaan SDM serta pemeliharaan. Jika ada permintaan dukungan mendadak terutama dukungan dana, maka Pelita desa butuh waktu untuk mengumpulkan atau memakai Dana Tabungan Simpan Pinjam Bang Sholeh (sistem tabungan yang digagas oleh Pelita Desa).

  1. Peningkatan Kemampuan SDM

Pelita Desa berusaha meningkatkan kemampuan relawan melalui pelatihan di dalam maupun di luar negeri, serta mendukung upaya para relawan melalui kemitraan. Sejauh ini Pelita Desa telah belajar dari Singapura, Malaysia, Thailand, dan Jepang, diharapkan akan lebih banyak lagi dari negera lainnya.

 

Lima Tahun ke Depan

Bagaimana gambaran Pelita Desa lima tahun kedepan? Pelita Desa percaya pada konsep pertumbuhan eksponensial. Pelita Desa berharap mengalami pertumbuhan eksponensial bukan partumbuhan linier. Untuk itu diperlukan sikap agar dapat mencapai keberlimpahan serta membagi rezeki yang ada dengan orang lain.

Pertumbuhan eksopnensial harus didukung oleh pemanfaatan kemajuan teknologi. Pelita Desa belajar dan mencoba memanfaatkan teknologi tepat guna di semua bidang. Investasi untuk kemajuan teknologi ini harus direncanakan dengan baik. Jika Pelita Desa ketinggalan dalam pemanfaatan teknologi, maka Pelita Desa tak akan dapat tumbuh eksponensial.

Pelita Desa akan lebih banyak menggunakan dana yang ada untuk mendukung masyarakat, menyiapkan penggunaan teknologi serta membangun jaringan pertemanan yang luas. Pertumbuhan asset bukan merupakan tujuan Pelita Desa. Pelita Desa lebih mengutamakan MANFAAT bagi masyarakat luas.

Jika berhasil tumbuh secara eksponensial, maka desa yang dapat didukung juga akan bertambah secara eksponensial. Namun Pelita Desa hanya akan memberi dukungan ke mitra yang memang berniat dan siap untuk memajukan desanya. Pelita Desa akan menyediakan berbagai fasilitas, jika mitra di desa terutama remaja, memang sudah mulai berupaya membangun desa mereka.

Jaringan pertemanan Pelita Desa tidak hanya sebatas di dalam negeri tapi juga terbuka untuk menjalin pertemanan dengan negara-negara lain. Pelita Desa akan berubah dari organisasi desa menjadi organisasi nasional bahkan diharapkan 5 tahun lagi akan mampu menjadi salah satu organisasi desa yang bertaraf internasional.

 

Tantangan yang akan dihadapi

Tantangan dari Pelita Desa sendiri adalah mewujudkan keyakinan relawan akan sumber daya yang berlimpah. Relawan Pelita Desa tidak boleh hidup susah, karena itu mengingkari keyakinan sumber daya yang berlimpah. Relawan yang mengalami kesulitan akan didukung oelh teman-teman lain agar dapat bersama maju dan menjadi kelompok yang siap menolong orang lain.

Rasa khawatir akan gagal dan akan menjdi miskin harus dibuang jauh jauh. Melalui pertemanan dengan orang yang yakin akan dapat membangun diri dan membangun desa, maka kekhawatiran tersebut akan dapat dihilangkan.

Tantangan dari luar adalah masyarakat yang tak percaya pada keyakinan dan kesungguhan Pelita Desa. Dalam era kompetensi yang ketat maka mengembangkan kolaborasi tidaklah mudah.

Dalam masa sulitnya, percaya pada orang lain, mengembangkan kejujuran dan sifat amanah tidaklah mudah. Masyarakat mungkin masih akan curiga tentang motif apa yang diinginkan Pelita Desa. Padahal keinginan Pelita Desa adalah mengajak masyarakat hidup sejahtera, diutamakan pada masyarakat desa.

Lima tahun pertama ini akan merupakan masa sulit. Tantangan akan besar. Namun Relawan Pelita Desa sudah menyiapkan diri untuk menghadapi tantangan termasuk tantangan yang sulit seperti hidup di kota besar tanpa uang.

Jika Relawan Pelita Desa mampu menghadapi tantangan pada saat pelatihan, maka diharapkan mereka memiliki kepercayaan diri dan selalu percaya bahwa Allah akan selalu menolong mereka yang secara ikhlas ingin berjuang memajukan masyarakat desa. Semoga Allah meridhoi usaha Pelita Desa…

 

Samsuridjal Djauzi

(Amsterdam, 22 Juli 2018)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EnglishIndonesian