Berkunjung ke Lokasi Pesantren di Amerika

Saya belum pernah bertemu muka dengan Ust. Imam Shamsi Ali. Namun saya mengikuti tulisan-tulisan beliau yang pada umumnya bertema Islam rahmatan lil ‘alamin, baik yang ditujukan terhadap umat Islam maupun kelompok non muslim. Selain itu saya berkomunikasi dengan beliau melalui media sosial. Ketika saya mohon kesempatan meninjau proyek yang sedang beliau kerjakan bersama teman-teman beliau di Nusantara Foundation ternyata beliau menyambut baik keinginan saya.

Pagi jam 08.00 waktu New York, Pak Suratno anggota pengurus Yayasan Nusantara menjemput saya di hotel. Beliau dengan senang hati mengantarkan dan menjelaskan tentang cita-cita Nusantara Foundation utk membangun Summer Camping dan selanjutnya Pesantren di Moodus, sekitar 2 jam perjalanan mobil dari New York, jika dari Boston hanya 1 jam saja. Di perjalanan Pak Suratno sempat menceritakan masa lalunya sebagai pelaut yang kemudian menetap di New York. Beliau sudah tinggal selama 40 tahun di New York bersama istri dan 3 orang anak.

Berkunjung ke Lokasi Pesantren di Amerika

Moodus tempat yang nyaman, pemandangannya indah sehingga disana banyak rumah yang disewakan untuk turis dan juga sering dijadikan camping ground. Salah satu objek wisata musim panas yang menarik adalah castle dari batu yang dibangun oleh milioner yang pemilik industri Gilette. Dari puncak bukit kita dapat memandang sungai dan dataran yang menyejukkan mata.

Lokasi tanah yang dibeli Nusantara Foundation amat strategis di pinggir jalan besar dan memanjang ke dalam. Saya bersemangat mengelilingi 5 bangunan calon lapangan basket, tennis serta kolam renang. Di belakang, pohon-pohon rimbun dengan tanah yang dapat digunakan untuk camping. Juga ada danau kecil yang menambah lengkapnya pemandangan. Di belakang lokasi kami bertemu dengan Mr. Jonas dan dia amat senang bertetangga dengan kompleks yang akan menjadi boarding school ini. Pak Suratno sekalian mengundang para tetangga untuk makan malam di bulan Juni yang bertepatan dengan bulan Ramadhan. Tetangga diundang untuk menikmati masakan Indonesia dan bercengkrama.

Berkunjung ke Lokasi Pesantren di Amerika
Sudah renovasi siap menerima tamu. Satu rumah ada 4 kamar.

 

Berkunjung ke Lokasi Pesantren di Amerika
Pak Suratno yang baik, bersedia mengantar kemana saja dengan Hondanya.

 

Berkunjung ke Lokasi Pesantren di Amerika
Renovasi bangunan, mobil tukangnya keren. Turunan Irlandia…

Kami makan siang bersama para pemuda Indonesia yang sedang merenovasi bangunan. Di luar dugaan saya Pak Suratno membawa nasi timbel, rendang Padang, bakwan jagung, sedangkan para pemuda memasak Indomie. Saya menikmati makanan asli Indonesia jauh dari tanah air. Kami juga sempat sholat bersama di bangunan yang sedang direnovasi. Tetangga lain orang Amerika yang berasal dari Irlandia. Dia amat bersahabat dan akan membangun fasilitas olahraga di lokasi ini.

Berkunjung ke Lokasi Pesantren di Amerika
Makan siang di calon lokasi pesantren pertama di Amerika. Lauknya rendang, bakwan jagung dan indomie rebus.

Saya dapat membayangkan kesulitan yang dihadapi Yayasan Nusantara untuk membangun kompleks ini baik dari segi perizinan maupun segi finansial. Namun yang paling sulit menurut saya adalah bagaimana umat Islam dapat menyebar kebaikan, bersahabat serta menghargai kelompok lain dalam mengamalkan ajaran agamanya sehingga mampu menunjukkan Islam adalah rahmatan lil ‘alamin.

Samsuridjal Dajuzi – New York, 15 Mei 2018

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EnglishIndonesian