Desa Parigi Mekar, Penghasil Ikan Hias Terbesar di Jawa Barat

Ikan hias merupakan jenis ikan yang hidup di air tawar dan air laut yang dipelihara bukan untuk konsumsi melainkan untuk memperindah ruangan. Dan hal ini juga merupakan sebuah keuntungan karena produksi ikan hias ini menjadi sumber utama perekonomian kecamatan Ciseeng tepatnya desa Parigi Mekar. Di desa Parigi Mekar mata pencaharian warganya mayoritas adalah petani. Namun yang paling khas dari desa Parigi Mekar adalah penghasil ikan hias terbesar.

Petani ikan hias di desa Parigi meningkat hingga 80%, dimana penduduk desa Parigi Mekar beralih dari seorang tani ikan konsumsi menjadi petani ikan hias. Hal ini dikarenakan semakin pesatnya perkembangan produksi ikan hias di desa Parigi Mekar. Namun di desa Parigi masih ada petani ikan konsumsi, hanya saja tani ikan hias lebih mendominasi.

Petani ikan hias di desa ini juga merangkap sebagai pedagang ikan hias. Penduduk desa ini sudah menjadi petani ikan hias sejak tahun 1990, dikarenakan perawatan yang mudah atau bisa dikatakan simple.

“Dalam 20-40 hari (ikan hias) bisa langsung panen”, ujar Sekretaris Desa Parigi Mekar, Pak Makmur. Kemudahan tersebut yang membuat banyaknya peralihan petani dari tani ikan konsumsi menjadi tani ikan hias. Didukung dari murahnya pakan juga membuat membuat hal itu terjadi.

“Untuk pakan sendiri ikan hias jauh lebih murah dibandingkan ikan konsumsi biasanya kan ikan konsumsi membutuhkan 1 ton pakan dengan biaya 3 ton pakan ikan hias. Penduduk di desa Parigi penduduk melihat kesempatan bagaimana caranya dengan modal yang minim mereka bisa mendapatkan profit yang besar”, lanjutnya.

Banyaknya spesies ikan hias di Indonesia, terutama dari desa Parigi mekar ini merupakan faktor utama meningkatnya permintaan. Target utama dari pemasaran petani ikan hias desa ini sendiri adalah sentra pasar Parung. Pasar Parung untuk saat ini merupakan yang paling menonjol, karena banyaknya permintaan dari daerah tersebut. Permintaan bukan hanya dari Jabodetabek saja melainkan dari luar pulau Jawa pun banyak peminatnya. Setiap tahunnya produksi ikan hias di desa Parigi Mekar meningkat. Spesies ikan hias yang biasanya dipesan diantaranya adalah Oscar, Koi, Sepat hias, Louhan, Cupang Petarung, dan masih banyak lagi.

Kolam-kolam ikan hias di desa ini sendiri kebanyakan tersebar di halaman rumah warga, dengan luas 4×3 meter pun bisa digunakan sebagai kolam ikan hias, namun yang terbesar ada di Setu Malanengah. Setu Malanengah memiliki luas kurang lebih 5-6 hektar. Di lahan seluas itu terdapat berbagai jenis ikan hias yang dibudidayakan. Salah satunya ikan koi. Para pedagang ikan hias biasanya menjual dengan kisaran harga seharga Rp. 5.000 – Rp. 8.000 per ekor untuk ukuran kecil. Dalam memasarkan para petani punya cara masing-masing. Ada yang menjual langsung ke pasar-pasar ada juga yang melalui online. Produksi ikan hias ini sangat menjajikan untuk saat ini di desa Parigi. Selain sebagai pusat ikan hias terbesar peminatnya juga masih merajalela.

Sumber : Kompas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EnglishIndonesian