Hai Generasi Muda, Berani Jadi Petani?

“Percuma saja sekolah tinggi – tinggi kalau akhirnya jadi petani”

Nah kamu akan dicerca pernyataan seperti ini ketika mengungkapkan keinginan untuk terjun ke dunia pertanian. Entah itu dari orang tua, teman ataupun tetangga.

Maklum paradigma tentang profesi petani masih identik dengan kumuh dan orang kelas bawah di masyarakat kita, meski sudah banyak bukti kalau profesi petani jauh lebih bisa berdaya.

Bob Sadino (alm) contoh nyatanya. Beliau mengawalli kariernya sebagai penjual telur ayam dan petani melon sehingga sukses menjadi pengusaha dan menjadi salah satu orang terkaya di Indonesia.

 

Petani Juga Bisa Kaya

Negara maju seperti Amerika juga memiliki daftar orang terkaya yang berasal dari pekerjaan sebagai petani seperti Harry Stine dan juga Howard Buffet keduanya adalah pemilik perusahaan yang bergerak di bidang pertanian dan masing – masingnya sukses tercatat sebagai orang terkaya di Amerika.

Memang, pada awalnya akan banyak sekali tantangan. Tapi kalau kamu bisa membuktikan, semua anggapan negatif akan melebur seiring dengan omset yang kian melejit.

Pernyataan seperti ini diungkapkan Rici Solihin, pengusaha Paprika dari Desa Pasir Langu, Bandung Barat.

“Saya perlu 5 tahun untuk bisa sukses sebagai petani seperti sekarang. pada awalnya saya juga ditentang orang tua, tapi seiring berjalannya waktu mereka mengerti. Asalkan kita bisa konsisten dan persisten” ungkapnya saat dihubungi penulis.

Potensi Petani Muda

Potensi Petani Muda untuk bisa sukses sangat besar, mengingat Indonesia membutuhkan regenerasi untuk mengelola sektor pertanian karena kebanyakan anak petani cendrung memilih profesi di luar sektor pertanian sehingga sumber daya manusia pada sektor ini semakin berkurang seperti diungkapkan Dadih Permana, kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian kementrian Pertanian di kutip dari portal online Idntimes.com

“Indonesia pada suatu masa akan kehilangan Petani. Dalam rentang waktu 2010 hingga 2014 saja tenaga kerja pertanian berkurang sebanyak 3.15 juta orang”

Kemudian berdasarkan hasil sensus pertanian 2013, Petanian Indonesia rata – rata berusia tua. Sebanyak 62 % Petani Indonesia berumur diatas 45 tahun.

Nah sekarang.

Kamu Muda? Berpendidikan Tinggi? Berani jadi petani?

Pertanyaan ini hanya bisa dijawab oleh kamu sendiri, mengingat orang yang tidak berpendidikan saja bisa menjadi petani.

Kenapa tidak anak muda yang berpendidikan tinggi bisa menjadi sukses menjadi petani yang tidak hanya kaya raya tapi juga bermanfaat untuk sekelilingnya.

Akhir – akhir ini muncul sosok Muslahudin Daud yang memilih beralih profesi menjadi petani di Aceh dari pekerjaan sebelumnya sebagai bangker di World Bank.

Secara pasti kamu pada tahulah berapa pendapatannya. Tidak hanya beralih profesi menjadi petani, Muslahudin Daud juga mengajak petani yang pada awalnya menanam ganja beralih menjadi petani komoditi pertanian yang legal seperti sayur dan buah. Selain itu, mantan Kabareskrim Komjen Pol (Purn) Susno Duadji setelah pensiun juga menjadi petani.

Bukan tidak mungkin, jika kamu putuskan berani terjun disektor pertanian dimasa depan nama kamu akan tercatat sebagai salah seorang orang terkaya Indonesia.

Berani jadi Petani!

 

Penulis : Sulassky

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EnglishIndonesian