INS Kayutanam Menjawab Tantangan Pelita Desa

Kedatangan Pelita Desa yang bermarkas di Ciseeng, Bogor pada bulan Ramadhan yang lalu merupakan suatu karunia dari Allah SWT untuk INS Kayutanam karena banyak memberikan inspirasi dan perubahan kepada sistem yang ada di SMA INS Kayutanam. Sekolah yang memiliki lahan (18 ha) yang begitu luas masih belum terkelola dengan baik, dan banyak lahan yang masih didiamkan saja.

Hal ini dikarenakan tenaga pengelolanya yang begitu sedikit dan minimnya dana untuk mengelola keseluruhan lahan yang dimiliki SMA INS Kayutanam. Tim Pelita Desa yang telah dulu memiliki berbagai pengalaman dalam hal bidang Pengembangan Desa Wisata, Activity Outdoor, dan Pelatihan Remaja, datang memberikan inspirasi kepada INS Kayutanam bahwa segala sesuatu bisa dimulai kapan saja dan dimana saja. “Akan seperti ini sajakah atau lanjut…?” ujar Adi Setiadi selaku Penanggungjawab Pelita Desa saat berdiskusi di Guest House SMA INS Kayutanam.

Hanya dalam hitungan satu hari satu malam, akhirnya Kepala Sekolah beserta jajarannya menerima dengan baik dan menyambut dengan tangan terbuka atas inspirasi yang diberikan oleh Pelita Desa. Anggota dari Tim Pelita Desa segera action dan terjun langsung membuat perubahan untuk SMA INS Kayutanam. Dimulai dari pembuatan berbagai fasilitas Outbound yaitu flying fox, jembatan air dengan tali, hammock, tracking, juga sentra bisnis Talenta Mart serta pelatihan ice breaking untuk para pengunjung nantinya.

Semua itu mereka kerjakan dengan keikhlasan. Pelita Desa memberikan peluang kepada INS Kayutanam untuk membangun kembali sekolah dengan bentuk perubahan yang lebih menyenangkan dan disukai oleh masyarakat sekitar bahkan dapat dijadikan sebagai salah satu Sekolah yang memiliki Kawasan Wisata Talenta, yang diharapkan dapat melahirkan pengusaha muda yang mandiri.

Adapun Kegiatan awal wisata Talenta ini adalah pendirian Posko Mudik INS CARE, yang dilaksanakan 3 hari setelah lebaran. Karena diharapkan para perantau dan pengunjung akan dapat beristirahat dan menikmati beberapa outbond yang telah dibuat Tim Pelita Desa bersama teman-teman dari INS Kayutanam.

Tim Marketing INS bekerjasama dengan Pelita Desa merumuskan berbagai keunggulan SMA INS Kayutanam yang nantinya harus ditampilkan dalam berbagai bentuk kegiatan promosi INS, antara lain dalam bentuk spanduk, brosur dan baliho. Namun sepertinya masih perlu usaha lebih keras lagi dari Tim Marketing INS untuk menjadikan SMA INS Kayutanam yang merupakan sekolah berkawasan wisata talenta terluas di Indonesia ini, agar dapat lebih terasa lagi gaungnya. Hal itu terlihat dari belum banyaknya para pengunjung yang belum tahu akan keberadaan Wisata Talenta INS Kayutanam, ditambah lagi instruktur yang ahli dalam bidang outbond yang masih dalam tahap belajar. Jadi, saatnya tetap bangkit dan membakar semangat juang.

Akhirnya Pelita Desa memberikan kesempatan kepada teman-teman di INS Kayutanam untuk bisa melakukan kegiatan pelatihan dan magang di Pelita Desa yang berlokasi di Ciseeng Bogor. Tim INS Care yang dikirim akan berjuang dan menerima semua ketentuan dan tantangan yang akan diberikan oleh teman-teman dari Pelita Desa. Mereka akan membuktikan bahwa Tim INS Care dapat bertahan dan melalui segala tantangan selama 10 hari mulai dari tanggal 27 Juni hingga 8 Juli 2018. Pelita Desa sendiri merupakan unit kerja dari Yayasan Pelita Ilmu yang memiliki tujuan untuk memberikan pemahaman dan pengenalan langsung pada peserta mengenai pengelolaan sumber daya desa dalam rangka percepatan pembangunan desa.

Bertepatan pada hari rabu, 27 Juni 2018 ada 15 orang pejuang SMA INS Kayutanam telah diberangkatkan ke Bandara Soekarno – Hatta untuk menjawab tantangan dari Pelita Desa. Terdiri dari 4 orang guru dan 11 orang siswa/i SMA INS Kayutanam. Saat mereka menginjakkan kakinya di Bandara Soekarno-Hatta mereka disambut hangat oleh Tim Pelita Desa, Adi Setiadi beserta rekan-rekannya.

“Mau pilih paket spesial atau paket biasa,”ujar Om Adi, panggilan akrab beliau di Pelita Desa. Tim INS Care pun memilih paket spesial. Apakah itu Paket Spesial? Ternyata misi mereka adalah mereka diminta pergi ke Kota Bandung tanpa membawa uang sepeser pun dan hanya diperbolehkan membawa pakaian seadanya saja. Di Bandung mereka diminta mencari uang dengan kreatifitas sendiri untuk memenuhi kebutuhan hidup selama disana.

Tak mereka sangka bahwa tantangan ini merupakan ujian bertahan hidup (Life Survival) selama 3 hari. Salah satunya adalah mencari uang untuk menuju pos-pos yang telah ditentukan panitia. Antara lain menuju ke Farm House, Floating Market dan mencari ongkos untuk menuju Pelita Desa di Ciseeng, Bogor.

Mungkin bagi kita yang baru datang ke negeri orang tanpa sepeser pun membawa uang adalah suatu ketakutan. Walaupun itu suatu ketakutan, tapi harus bisa dilewati oleh Tim INS Care untuk membuktikan kepada teman-teman Pelita Desa bahwa mereka bisa menjawab tantangan dan bertahan hidup walau tanpa bekal sekalipun.

Akhirnya 3 hari berlalu, dengan target yang diberikan dimana mereka harus bisa mencapai tujuan yaitu ke kota Hujan, Bogor tepatnya ke Desa Putatnutug, Ciseeng. Sesampainya disana Tim INS Care diberikan pelatihan oleh para Panitia. Pagi hari, mereka sudah harus mengikuti outbond dan siang harinya mereka diberikan materi mengenai IT (Desain Grafis dan Website) dilanjutkan dengan diskusi merancang program promosi INS selama satu tahun ke depan. Hanya dalam waktu 2 hari menikmati kegiatan di sana, Tantangan terakhir untuk Tim INS yaitu bersepeda hingga mendaki Gunung Gede. Selama 2 hari, mereka harus bertahan secara fisik agar sanggup sampai ke puncak gunung.

Tim “INS Care” merupakan salah satu perwakilan dari INS Kayutanam, yang sangat diharapkan dapat membawa pulang segala perubahan dan program kerja baru sesampainya di SMA INS Kayutanam dan mampu mengaplikasikan apa yang mereka lihat dan rasakan dari berbagai pengalaman yang telah mereka lalui dalam beberapa hari ini. Semoga ilmu yang mereka dapatkan dari komunitas pelita desa dapat “membangkitkan batang nan tarandam”.

Oleh : Vita (Guru SMA INS Kayutanam, Padang Pariaman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EnglishIndonesian