Kerjasama Pengusaha Besar dengan PKL

Sebenarnya kerjasama pengusaha besar dan PKL sudah lama berjalan. Pada umumnya PKL menjualkan produk pengusaha besar seperti Coca Cola, Teh Botol, Aqua serta berbagai produk garmen , sepatu, obat bebas dll. Penjualan melalui PKL ini cukup besar. Apakah pengusaha besar dapat membantu memajukan PKL , mengembangkannya menjadi pengusaha yang lebih kuat dan mandiri ? Sudah tentu bisa karena pengusaha besar mempunyai SDM dan modal yang kuat. Namun yang paling diperlukan adalah kepedulian pengusaha besar untuk ikut memajukan PKL. Produsen barang-barang yang dijualkan PKL dapat menyumbangkan gerobak jualan yang menarik. Sebagian PKL berjualan di gerobak dan sebagian lagi dengan membangun gubuk. PKL harus didorong untuk berjualan di gerobak atau di kios kecil tapi tidak membangun gubuk di tepi jalan. Pengelola mall sudah ada yang menyediakan tempat untuk PKL karena sebenarnya izin mall dikaitkan dengan pembinaan pengusaha kecil. Namun biasanya penempatan PKL ini dilantai yang masih sepi.
 
Ironisnya lagi jika lantai tersebut menjadi ramai maka mantan PKL dikenakan sewa yang tinggi, sehingga kesannya adalah mereka diperlukan sewaktu mall sepi tapi jika mall sudah ramai dicampakkan. Pengusaha hotel dapat memberi kesempatan kepada pengusaha kecil dengan menyediakan keperluan kimono, sandal, sendok sepatu yang khas buatan Indonesia. Bahkan pengusaha hotel dapat menyediakan tempat bagi PKL yang menjual kuliner khas daerah. Ini akan menarik bagi turis tapi sekaligus mendukung kesempatan usaha. Gedung perkantoran dapat menyediakan tempat bagi PKL dengan penampilan yang menarik. Selama ini yang mendapat kesempatan adalah resto waralaba asing, convenience store tapi belum dikembangkan untuk pengusaha kecil dan PKL. PKL penjual makanan di komplek CBD cukup ramai. Namun amat kontras untuk membandingkan perkantoran yang mewah dengan tempat berdagang PKL yang kumuh. Para pengelola perkantoran seharusnya dapat membina PKL penjual makanan tersebut dengan memperbaiki fasilitas dagang PKL terutama menyediakan air bersih dan tempat pembuangan sampah yang higienis. Bantuan ini tak hanya bermanfaat bagi PKL namun juga bagi kesehatan para karyawan mereka. Stasiun kereta api, terminal bus juga dapat dimanfaatkan untuk menampung PKL dengan lokasi yang baik .
 
Dewasa ini kecenderungan yang terlihat adalah pembersihan PKL dan mengundang waralaba asing atau pengusaha besar. Apa salahnya jika juga disediakan sebagian untuk PKL dengan tata ruang dan tempat berdagang yang bersih dengan sewa murah. Meski penumpang KA banyak juga yang mampu minum kopi di Starbucks namun sebagian besar sebenarnya merindukan kedai kopi yang dinikmati hanya dengan harga 3000 rupiah secangkirnya. Alasan untuk mengusir PKL adalah karena PKL mengotori ruang dan mengganggu penumpang. Sebenarnya PKL seperti juga pedagang lain akan berterima kasih jka disediakan tempat yang bersih, sewa terjangkau. Kehadiran PKL yang tertib di tempat-tempat keramaian perlu diwujudkan, PKL bisa diatur dan dimajukan. Namun kita perlu merubah sikap terhadap saudara- saudara kita para PKL. Mereka memerlukan kepedulian dan dukungan kita.
 
Samsuridjal Djauzi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EnglishIndonesian