Kilas Balik PELITA DESA dan Rencana Ke Depan…

Pelita Desa merupakan bagian dari Yayasan Pelita Ilmu yang bergerak dalam bidang Pembangunan Masyarakat Pedesaan terutama Remaja Desa. Pada tahun 1994, Yayasan Pelita Ilmu membeli tanah di desa Putatnutug, Ciseeng yang akhirnya dikembangkan menjadi Wisata Outbound & Edukasi yang diberi nama Pelita Desa.

* * * * *

Kegiatan Outbound baru berkembang sejak tahun 2004 yang sat ini disebut sebagai EDU 1. Istilah edu merupakan singkatan dari Edukasi karena semua wahana yang dikembangkan oleh Pelita Desa selalu dikaitkan dengan edukasi, terutama edukasi di bidang Pertanian, Peternakan, Perikanan, Lingkungan hidup serta Informasi Teknologi. 

Edu 1 diperuntukkan untuk edukasi dan rekreasi anak usia TK dan SD, meski kadang juga dimanfaatkan oleh para orangtua mereka. Berbagai permainan dan rekreasi diperuntukkan untuk anak-anak guna menjalani rasa percaya diri, membentuk rasa saling percaya diantara teman serta bergembira bermain bersama.Edu 2 yang letaknya berseberangan dengan Edu 1, terletak di tepi sungai Cisadane.

Edu 2 diperuntukkan untuk edukasi dan rekreasi bagi anak yang lebih besar (remaja). Di Edu 2 ada berbagai kegiatan permainan dan salahsatu diantaranya adalah kegiatan Arum Jeram. Kadangkala Jika Edu 1 sedang penuh pengunjung, maka Edu 2 juga akan digunakan untuk menampung kelebihan peserta dari Edu 1. 

Edu 3 (Minapark), agak jauh letaknya, sekitar 5 km dari Edu 1 dan kegiatannya adalah tempat bermain keluarga serta informasi teknologi perikanan. Di Edu 3 juga terdapat SMP Peradaban, sekolah yang melatih siswa untuk dapat berwirausaha sejak dini. Diharapkan siswa SMP Peradaban dapat membiayai sekolahnya sendiri. Di sini juga ada Saung Sultan Restoran yang menyediakan makanan yang lezat dengan harga terjangkau. Keberadaan saung sultan didukung oleh pedagang minuman dan panganan di sekitar area Edu 3 ini.Edu 4, luasnya mencapai sekitar 8 Ha, merupakan Edu yang terluas yang dikelola Pelita Desa.

Edu 4 diperuntukkan untuk Edukasi Pertanian, Perkebunan dan Peternakan. Di samping itu tersedia pula sarana untuk rekreasi dan ruang pertemuan serta tempat untuk menginap (Homestay). Di samping ke 4 Edu ini, Pelita Desa juga membantu mengelola berbagai sarana edukasi dan rekreasi misalnya di daerah Ciomas, Kampung Cikadu Tanjung Lesung, Sumbawa, Pangandaran serta beberapa lokasi lainnya.

Pada dasarnya Pelita Desa ingin mengembangkan desa, baik melalui pengembangan sarana wisata maupun produk pertanian, peternakan, perikanan ataupun produk unggulan desa lainnya.Dalam membantu kemajuan desa, Aktivis Pelita Desa menggunakan pendekatan dengan cara melatih remaja desa setempat dengan memanfaatkan kemajuan informasi dan teknologi. Remaja desa setempat diharapkan dapat menjadi pelopor kemajuan desa mereka sendiri. Mereka, dengan bantuan jaringan yang ada, akan dapat memajukan potensi desa mereka sehingga perekonomian desa dapat makin maju dan warga desa pun menjadi sejahtera. 

Pelita Desa berharap, bahwa pembangunan yang dilakukan di desa merupakan pembangunan yang dilaksanakan oleh warga desa itu sendiri untuk meningkatkan kesejahteraan mereka. Sudah tentu dukungan teknik, modal, dsb akan dapat dimanfaatkan secara maksimal, tetapi hendaknya hindarilah pembangunan di desa, dimana masyarakat desanya cuma bisa menjadi penonton saja. Banyak pembangunan dan kegiatan ekonomi desa yang berjalan dengan baik namun hanya menguntungkan pemilik modal dan dampaknya terhadap warga desa, hanya sedikit. Bahkan yang perlu dihindari juga adalah, pembangunan di desa yang mengakibatkan warga desa malah menjadi kehilangan tanah mereka karena dibeli oleh pemilik modal dan warga desa lagi-lagi hanya bisa menjadi penonton kegiatan pembangunan desa yang terjadi di desa mereka sendiri. 

Para Aktivis Pelita Desa bekerja secara sukarela. Mereka diharapkan sudah mampu mandiri, sehingga untuk kehidupan pribadinya sudah tak mengharapkan imbalan lagi dari Pelita Desa. Untuk itu Pelita Desa mendorong para Aktivis dan Relawan Pelita Desa mengikuti berbagai pelatihan yang menyebabkan mereka akan mampu mandiri secara finansial. Semangat dalam kegiatan Pelita Desa adalah semangat untuk memberi dan menolong. 

Pelita Desa meyakini Allah SWT menyediakan karunia yang berlimpah yang bisa mencukupi untuk seluruh umat manusia. Jika seluruh umat manusia saling tolong menolong, maka sumber daya yang ada akan cukup untuk semua. Kemajuan teknologi yang eksponensial memungkinkan produksi serta sumberdaya yang ada menjadi berlimpah dan dapat dinikmati oleh seluruh umat manusia. Kita perlu mempunyai sikap bersyukur dalam mencari rezeki, menggunakannya serta membaginya dengan saudara kita yang memerlukan. Namun jika manusia serakah, berkompetisi secara tak adil bahkan sampai ada perusahaan yang malah saling mematikan, maka akan terjadilah penumpukan kekayaan dan sumber daya pada kelompok orang yang serakah, yang tak mau berbagi dengan orang lain. Ini akan mengakibatkan ketidakadilan, keserakahan serta kerusakan di muka bumi ini. 

Sekitar 80% dari penghasilan Pelita Desa akan dikembalikan ke masyarakat dan 20% nya lagi untuk pemeliharaan serta melengkapi sarana dan meningkatkan kemampuan SDM. Pelita Desa tidak mau menumpuk dana namun akan segera menyalurkannya kepada masyarakat yang memerlukan melalui pengembangan remaja desa. 

Program ke depan Pelita Desa meliputi :

1. Pusat Pelatihan Remaja Desa agar dapat menjadi Pelopor Pengembangan Desa.

2. Memberi dukungan pada Remaja Desa yang sedang membangun desa mereka. 

3. Membangun jaringan Remaja Desa serta mitra lainnya dalam pengembangan desa.

4. Mencarikan pasar di tingkat lokal Nasional dan Internasional untuk membantu memasarkan produk unggulan desa.

5. Memanfaatkan tanah dan sarana pertanian, peternakan dan perikanan dengan mengunakan teknologi tepat guna.

6. Membentuk jaringan simpan pinjam untuk mendukung kegiatan pembangunan desa yang memerlukan dana awal.

7. Membentuk Komunitas Keluarga Sakinah Mawaddah Waramah (SAMAWA) dalam rangka meningkatkan kesejahteraan dan kebahagian keluarga, baik di desa maupun di kota.

8. Membangun jaringan dengan badan-badan (lembaga) yang memiliki cita-cita serupa, baik di dalam negeri maupun di luar negeri. 

9. Membangun lembaga pendidikan yang mampu menghasilkan pengusaha, diantaranya dengan membangun Pesantren Wirausaha.

10. Ikut secara aktif menjaga keutuhan NKRI dan meningkatkan kesejahteraan serta kecerdasan masyarakat Indonesia sesuai cita-cita kemerdekaan Republik Indonesia.

Oleh : Prof. Samsuridjal Djauzi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EnglishIndonesian