Kunjungan Jemaah Masjid Al Faizin Rawamangun ke Pelita Desa, Ciseeng

Minggu pagi diawali dengan mendung menggantung, diiringi gerimis kecil mengiringi langkah kami melakukan kunjungan ke lokasi Pelita Desa di Desa Putatnutug, Ciseeng, Bogor. Berlokasi tidak jauh dari Sungai Cisadane, Pelita Desa menempati lahan hampir mencapai 5 hektar. Yang dibagi menjadi 2 lokasi yaitu Edu 1 dan Edu 2.

Rombongan kali ini diterima di bangunan musholla dua lantai di edu 2. Sedikit bergeser dari rencana semula yang pada awalnya akan masuk melalui lokasi Edu 1. Berhubung sedang membludaknya pengunjung kegiatan outbound di Pelita Desa Edu 1 maka acara perkenalan dan ramah tamah pun di alihkan di lokasi edu 2 yang terletak di sebrang Edu 1.

Kunjungan Jemaah Masjid Al Faizin Rawamangun ke Pelita Desa, Ciseeng

Acara dibuka pada pukul 09.30 pagi dengan paparan dan sedikit cerita oleh Prof. Samsuridjal Djauzi selaku Pembina dari Pelita Desa. Beliau menceritakan awal berdirinya Pelita Desa, dari mulai tanah kosong hingga kini berkembang menjadi pusat pendidikan dan pelatihan outdoor yang dikombinasikan dengan bidang perikanan, pertanian dan peternakan. Pengunjung nya pun makin hari makin bertambah, rata-rata dalam 1 hari antara 700 sd 1200 pengunjung.

Kunjungan Jemaah Masjid Al Faizin Rawamangun ke Pelita Desa, Ciseeng

Dulu Pelita Desa memulai pengolahan lahan hanya dengan usaha ikan gurame, yang dikelola oleh Adi, seorang remaja yang saat itu seharusnya sudah akan berkuliah di luar negri tapi malah memutuskan untuk memilih menjadi petani dengan menggarap lahan Pelita Desa. Kini Pelita Desa memiliki karyawan hingga 200 orang, yang merupakan penduduk setempat. Kegiatan Pelita Desa pun beraneka ragam, mulai dari permainan interaktif outdoor, flying fox, melihat pengelolaan sapi perah, melihat cara membajak sawah, cara menanam padi untuk anak, danau yang cukup luas yang dpat diarungi dengan rakit bambu, offroad, permainan air, dll. Semuanya itu dipandu oleh instruktur muda yang merupakan remaja setempat.

Adi pun mendapatkan kesempatan sedikit berbagi cerita. Dimana kini Pelita Desa empat memiliki 4 lokasi binaan, yaitu Edu 1 untuk kegiatan outdoor anak-anak usia SD, Edu 2 untuk remaja, Edu 3 dimana dibangun Minapark, semacam taman dengan teknologi perikanan, dan Edu 4 yang merupakan lahan kebun pembibitan dan sayuran. Selain itu jaringan Pelita Desa pun makin luas, mulai dari Batam, Belitung, Kendari, Tanjung lesung, Pangandaran, Temanggung, hingga Sumbawa dan Ende. Intinya untuk mengatur semua itu, menurutnya, adalah kepecayaan pada semua yang terlibat, serta tetap sabar dalam berusaha mengubah mindset atau cara berpikir mereka-mereka yang terlibat dengan Pelita Desa. Bahwa uang tidak menjadi prioritas, namun kesempatan untuk belajar dan berbagai dengan orang lain adalah yang utama.

Kunjungan Jemaah Masjid Al Faizin Rawamangun ke Pelita Desa, Ciseeng

Kunjungan Jemaah Masjid Al Faizin Rawamangun ke Pelita Desa, Ciseeng

Waktu mulai beranjak siang. Tuan rumah pun mengajak para tamu untuk tur mengelilingi lokasi Edu 2 lalu dilanjutkan dengan berjalan kaki di sekitar lokasi Edu 1. Beberapa teman pun sempat mencoba flying fox dan berinteraksi dengan para staf Pelita Desa.

Matahari pun semakin tinggi, diselingi rintik gerimis, membuat perut pun terasa lapar. Panitia pun mengajak para tamu segera menuju ke lokasi edu 3. Di lokasi edu 3 ini merupakan lahan yang cukup luas, dimana terdapat rumah makan lesehan, warung-warung makanan dan minuman, musholla, kolam ikan, lokasi tanaman hidroponik, pemeliharaan ikan lele, dan masih banyak lainnya. Setelah Sholat, para tamu pun dijamu dengan berbagai hidangan yang sangat mengundang selera. Menikmati makan sambil tetap berdiskusi santai. Setelah makan, para tamu mengunjungi lokasi pemeliharaan iklan lele dan tanaman hidroponik yang letaknya tidak jauh dari lokasi kami makan.

Kunjungan Jemaah Masjid Al Faizin Rawamangun ke Pelita Desa, Ciseeng

Setelah itu rombongan dengan dipandu teman-teman dari Pelita  Desa, melanjutkan kunjungan ke Edu 4. Di lokasi ini rombongan melihat dan berdiskusi langsung dengan pengelola mengenai usaha pembibitan sayuran dan melihat langsung proses panen tanaman terong. Setelah lelah berkeliling rombongan dijamu dengan minum kelapa muda. Ternyata tidak Cuma itu, beberapa saat kemudian teman-teman pelita Desa mengeluarkan hasil panen beberapa waktu yang lalu untuk dibagi-bagikan kepada para pengunjung. Mulai dari terong segar, kacang panjang dan jagung.

Kunjungan Jemaah Masjid Al Faizin Rawamangun ke Pelita Desa, Ciseeng

Hari semakin sore. Waktunya kembali pulang. Kali ini kami pulang tidak dengan tangan hampa, tentu saja selain membawa oleh-oleh sayuran, kami juga membawa banyak cerita dan pengalaman berharga tentang sebuah dunia yang sering terpinggirkan yang penuh perjuangan, yaitu dunia pertanian, perikanan dan tentu saja desa. Sebuah kesempatan untuk melihat langsung perjuangan para remaja yang memilih bercocok tanam dan memelihara ikan ketimbang bekerja di kota besar sebagai “orang kantoran”. Mungkin inilah saatnya Desa Membangun. Desa tak lagi tergantung bantuan dari luar. Tapi desa yang akan dapat menghidupi dirinya sendiri dan masyarakatnya secara mandiri. Waktunya orang-orang muda yang bekerja di kota untuk pulang kembali ke desa. Kami tunggu…

(Wan)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EnglishIndonesian