Membangkitkan Ekonomi Umat dengan Rumah Kreatif Desa

“Membangkitkan Ekonomi Umat dengan Rumah Kreatif Desa”.
Kebijakan pemerintah untuk membangkitkan ekonomi desa telah dilaksanakan dengan tersedianya dana desa yang jumlahnya mencapai 50 trilyun. Badan Usaha Desa juga sudah dibentuk.
 
www.pelitadesa.com | Namun nampaknya kebijakan ini masih menghadapi berbagai kendala dalam pelaksanaannya. Kendala utama birokrasi, sikap petugas, serta kurangnya keterlibatan masyarakat desa. Untuk meningkatkan partisipasi masyarakat desa Wakil Presiden menganjurkan agar dana desa diumumkan di masjid dan mushola. Panduan yang dibuat oleh Kementrian Pembangunan Desa dan Transmigrasi rupanya juga belum dapat menolong.
 
Untuk dapat meningkatkan partisipasi masyarakat desa, inisiatif juga perlu datang dari masyarakat. Mimpi masyarakat desa akan dapat diwujudkan melalui dukungan berbagai fihak termasuk pemerintah. Mampukah masyarakat desa menggambarkan mimpi mereka serta merencanakan kegiatan untuk mencapai mimpi tersebut? Di Yogya masyarakat desa yang tinggal diperbukitan mempunyai mimpi untuk menjadikan desa mereka desa wisata. Kali Biru yang merupakan desa mereka merupakan Kali yang terletak di lereng bukit. Jalan aspal yang menuju desa terbatas dan sulit mencapai desa dengan mobil karena kondisi jalan serta tanjakan yang tajam. Lagi pula apa yang akan menjadi daya tarik wisatawan datang ke Kali Biru?
 

Membangkitkan Ekonomi Umat dengan Rumah Kreatif Desa

Para remaja di desa tersebut mengidentifikasi keunggulan Kali Biru justru karena lokasinya yang di tepi bukit. Pemandangan ke persawahan merupakan pemandangan yang menarik. Kebiasaan masyarakat untuk melakukan selfie diharapakan akan dapat menarik wisawatan datang, berfoto ria dan menikmati udara yang sejuk. Sekarang Kali Biru merupakan destinasi wisata yang ramai. Saya pernah ke sana dan banyak wisata yang datang. Mereka membuat foto, sendiri, bersama keluarga atau kelompok di tepai bukit, di pohon pohon yang di lengkapi dengan tempat foto. Tak ada yang aneh di Kali Biru kecuali pemandangan yang indah. 
 
Pada pedagang makanan dan souvenir juga berdatangan. Sebuah lapangan di jadikan parkir motor. Untuk sampai di Kali Biru harus naik ojek pulang-pergi 20 ribu rupiah atau naik mobil jeep landrover yang harus disewa 250 ribu rupiah. Kali Biru yang terisolir sekarang ramai di datangi wisatawan dan mampu memberi makan kepada desa, penduudk yang berjualan makanan, penjaga parkir serta supir ojek dan mobil sewa. Lahirnya objek wisata Kali Biru berkat sejumlah anak muda yang mempunyai ide dan berhasil mewujudkan idenya melalui dukungan aparat desa, Koperasi Kehutanan serta para pedagang kecil. Jadi sekelompok orang yang punya ide kreatif dapat merangsang perubahan di desa. Bagaimana kalau kita sebut kelompok tersebut Rumah Kreatif Desa? (“Membangkitkan Ekonomi Umat dengan Rumah Kreatif Desa”)
 

Rumah Kreatif Desa

 
Rumah Kreatif Desa adalah wadah para remaja kreatif untuk membuat berabagi ide untu kemajuan desa mereka. Desa dapat dimajukan melalui berbagai produk dan jasa. Sebuah desa yang penuh dengan hutan bambu yang semula hanya menjual bambu mentah ke kota dapat memproduksi alat rumah tangga dari bambu bahkan angklung yang dapat dijual dengan nilai tambah yang lebih tinggi.
 
Rumah Kreatif Desa merupakan think tank desa yang melahirkan berbagai gagasan. Tidak semua gagasan mampu untuk dilaksanakan namun sebagian gagasan kreatif akan dapat diwujudkan dnegan dukungan berbagai fihak. Pelaksanaan gagasan tak perlu dilakukan oleh mereka yang mempunyai gagasan. Mungkin ada kelompook lain yang lebih terkait dan mampu untuk melaksanakannya. Promosi sekrang dapat dilakukan secara online murah dan menembus ruang dan waktu. 
 
Di Indonesia terdapat sekitar 70 ribu desa (atau kelurahan). Jika kita mampu membentu Rumah kraetif Desa di setiap desa maka akan terbentuk jaringan yang kuat. Simpul-simpul Rumah Kreatif Desa dapat diikatkan dengan Rumah Kreatif Desa lain atau dengan mitra yang sesuai. Rumah Kreatif Desa akan melahirkan kader dan calon pemimpin yang bukan tak mungkin akan meningkat jadi pemimpin di tingkat lokal ataupun nasional. 
Tidak mudah untuk membentuk 70 ribu rumah kreatif desa, perlu panduan, pelatihan serta mungkin juga dana. Rumah Kreatif Desa tak memerlukan rumah khusus pertemuan dapat diadakan di rumah, mushola, gereja, bahkan di danau, di tengah sawah. Hanya perlu konsistensi untuk bertemu 1 sampai 2 jam setiap minggu membahas persoalan desa dengan harapan dapat menghasilan gagasan yang memajukan desa. 
 
Rumah Kreatif Desa dapat menyampaikan gagasanya ke aparat desa dapat juga ke pihak swasta atau mitra lain. Sebaliknya rumah kreatif desa dapat membantu aparat desa menggunakan dana desa agar masyarakat desa memperoleh manfaat yang diharapakan. Rumah kreatif desa juga dapat mencarikan jalan keluar kelangkaan air bersih, belum adanya listrik atau belum adanya sekolah di desa mereka. 
 
Umat Islam dapat memanfaatkan rumah kreatif desa untuk meningkatkan ekonomi umat, memecahkan masalah umat pada tingkat desa serta menggalang persatuan umat.
 

Tata Cara Membentuk Rumah Kreatif Desa 

 
1. Cari 5 sampai 10 orang yang berminat dan peduli pada masalah-masalah pedesaan. Usia 15 sampai 40 tahun
2. Tunjuk seorang atau dua orang fasilitator
3. Tentukan tempat dan waktu berkumpul
4. Setiap berkumpul tentukanlah terlebih dahulu agenda yang akan dibicarakan. Setiap peserta dapat menyumbangkan ide untuk mewujudkan ide. Satu topik mungkin memerlukan 2 sampai 3 kali pertemuan
5. Identifikasi mitra yang ada di desa atau di luar desa untuk mendukung gagasan menjadi kenyataan
6. Jika diperlukan pelatih atau tenaga terampil dalam bidang tertentu dapat diundang untuk melatih 
7. Sedapat mungkin komunikasikan gagasan yang ada dengan tokoh-tokoh dan masyarakat desa
8. Jika diperlukan dana identifikasi dukungan dana yang mungkin digunakan baik yang tersedia di desa atau dari luar desa. 
9. Perlu dibentuk pertemuan berkala antara Rumah Kreatif Desa pada tingkat kecamatan sampai kabupaten.
10. Perlu dipamerkan produk dan hasil karya Rumah Kreatif Desa pada cara-cara bersama misalnya bazar HUT Kemerdekaan dll.
 
#RumahKreatifDesa #desasuper #pelitadesa

Samsuridjal Djauzi | www.pelitadesa.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EnglishIndonesian