Meningkatkan Pendapatan Warga Desa melalui Teknologi Informasi

Masyarakat desa dianggap lebih lambat menerima teknologi dan kebiasaan baru, namun masyarakat desa juga bisa mengalami perubahan!

Lihatlah cara berpakaian remaja desa. Dulu jeans dianggap hanya pakaian remaja kota. Sekarang remaja desa sudah akrab dengan jeans. Karena bahannya cukup kuat maka jeans dipakai pada kesempatan apapun. Motor masuk desa salah satu contoh bagaimana masayarakat desa berubah dan memanfaatkan teknologi untuk lebih memudahkan serta menyamankan kehidupannya sehari-hari.

Bagaimana dengan penggunaan HP di desa? Sebagian besar warga desa juga sudah mempunyai HP serta memanfaatkannnya untuk berkomunikasi dengan saudara dan teman temannya baik yang dekat maupun yang tinggalnya jauh.  Penggunaan HP terus meningkat, tidak hanya di kalangan warga desa yang berpendidikan tinggi namun telah merata pada seluruh masyarakat desa. Informasi teknologi telah merubah kehidupan masyarakat termasuk masyarakat desa. Meski HP sekarang banyak digunakan untuk berkomunikasi, namun sebenarnya masyarakat dapat dilatih untuk menggunakan HP untuk kepentingan lain termasuk untuk bertani serta memasarkan hasil tani. Bahkan HP juga dapat digunakan untuk mengakses pinjaman untuk modal usaha.

Pelita Desa berusaha untuk meningkatkan pendapatan warga melalui pelatihan remaja desa. Remaja desa dapat menjadi pelopor pembangunan desa, memajukan desa bersama warga dan aparat desa. Salah satu ketrampilan yang dilatihkan adalah bagaimana memanfaatkan HP untuk kepentingan perdagangan, memantau cuaca serta mengakses pinjaman.

Untuk dapat menggunakan HP secara maksimal, termasuk untuk berdagang, tidak diperlukan latar belakang pendididkan yang tinggi. Remaja dengan latar belakang pendidikan menengah bahkan pendidikan dasar sekalipun, dapat dilatih menggunakan HP untuk perdagangan.

Suasana desa yang semula terpencil atau jauh dari pasar dapat dibuka dengan akses ke pasar online. Berbagai produk desa dapat dipasarkan. Warga desa juga dapat membeli kebutuhan sehari-hari serta kebutuhan usahanya di pasar terdekat atau melalui pasar online. Jaringan usaha dapat di bentuk di sosial media untuk saling mendukung, berinteraksi serta berdagang. Berbagai informasi serta cara bertani, beternak, membuat barang kerajinan dapat diakses di media sosial. Warga desa tak perlu lagi meninggalkan desanya hanya untuk mengikut pelatihan yang tersedia di media sosial.

Salah satu tantangan berusaha di desa adalah kesulitan untuk mendapat modal. Uang yang beredar di desa terbatas. Meski ada bank yang menyediakan layanan pinjaman khusus untuk warga desa tetapi sulit bagi warga desa untuk dapat memanfaatkannya karena terhambat jaminan atau persyaratan administrasi lain. Akibatnya banyak warga yang terjerat berhutang pada peminjam yang mengenakan bunga tinggi sekali.

Keberadaan fintek yang dapat diakses oleh warga desa baik untuk pinjaman modal atau ikut dalam program investasi kecil (crowd funding) akan dapat meningkatkan produktivitas serta keuntungan petani. Agar dukungan pembiayaan ini dapat berjalan dengan baik diperlukan pendataan usaha warga desa. Data ini akan dapat digunakan untuk menggolongkan macam usaha, besaran usaha, kebutuhan permodalan bahkan kinerja usaha warga desa.

Diperlukan platform yang dapat melayani berbagai keperluan warga desa. Dukungan permodalan baik dari lembaga perbankan maupun lembaga lain melalui platform ini akan dapat melancarkan usaha pinjam meminjam di desa. Warga desa ingin maju, berhak maju, tinggal bagaimana kita dapat mengajak mereka meningkatkan kesejahteraan desa. Bantuan untuk masyarakat desa memang tetap diperlukan namun bimbingan dan dukungan untuk meningkatkan kesejahteraan warga desa juga diperlukan. Percepatan kemajuan warga desa dapat didorong melalui pemanfaatan teknologi informasi.

(Samsuridjal Djauzi)

NOTE : Bagi teman-teman yang ingin membantu Pelita Desa dalam mendata UMKM yang ada disekeliling Anda, seilahkan klik form berikut ini :

FORMULIR UMKM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EnglishIndonesian