Mungkinkah hidup di Desa bisa menjadi Kaya?

Upaya percepatan pembangunan desa memimpikan pada tahun 2030 desa di Indonesia akan merupakan desa yang nyaman untuk didiami serta desa dapat merupakan tempat usaha yang menjanjikan. Pertanyaannya apakah warga desa akan dapat menjadi sejahtera berkat pembangunan desa? Kita telah membedakan pemahaman pembangunan di desa serta pembangunan oleh desa.

Pembangunan di desa dapat dilaksanakan oleh warga di luar desa bahkan pembangunan tersebut dengan cara membeli tanah warga desa. Contohnya beberapa desa wisata telah dibangun dengan apik namun pembangunan tersebut dilaksanakan oleh pemodal besar yang berasal dari luar desa. Warga desa tentu sedikit banyak akan mendapat manfaat pembangunan di desa tersebut dengan menjual makanan, menjaga parkir, dsb. Namun yang kita inginkan adalah warga desa justru menjadi subjek pembangunan. Jika ada investasi dari luar investasi tersebut akan mendukung pembangunan oleh desa dan yang memetik hasil pembangunan utamanya adalah warga desa. Hal ini perlu kita sepakati jangan sampai pembangunan desa hanya perpanjangan bisnis pada pemodal besar di kota. Setelah kesempatan bisnis di kota menjadi sempit para pemodal besar berpindah ke desa dan dengan kemampuan modal yang besar merancang pembangunan di desa sesuai dengan rencana bisnis mereka. Apakah warga desa harus menentang pembangunan di desa? Sudah tentu tidak. Warga desa akan menyambut investasi di desa namun subjek pembangunan desa adalah warga desa.

Untuk dapat duduk sama rendah berdiri sama tinggi dengan pemodal besar di kota yang datang ke desa maka warga desa harus meningkatkan pemahaman mengenai kewirausahaan. Kita berharap para remaja desa mempunyai keinginan kuat untuk berbisnis dan menjadi think tank desa, kelompok remaja ini kita harapkan menjadi kelompok remaja kreatif desa. Aparat desa perlu juga merubah cara pikir agar desanya maju disertai warga desa yang semakin sejahtera. Pola pembangunan kota yang menimbulkan ketimpangan yang besar antara yang kaya dan miskin harus dihindari agar tak terulang di desa. Kepala desa harus menjadi pelindung dan pembimbing warga menuju desa yang sejahtera. Pada tayangan desa terkaya di dunia di Cina dapat kita tonton tayangan bahwa kepala desa berusaha menjadikan warga desanya kaya sedangkan dia menyatakan dirinya sebagai pelayan warga desa. Semoga semangat ini juga dapat ditunjukkan oleh kepala desa di Indonesia

Usaha pertanian di masa depan akan menjanjikan. Jumlah populasi dunia bertambah cepat dan semua membutuhkan makan. Desa sebagai penghasil pertanian dan ternak akan dibutuhkan. Namun hubungan warga desa dengan kota yang selama ini berlangsung harus di rubah. Warga desa bukanlah warga yang harus bekerja keras menghasilan pangan untuk warga kota tanpa diperhitungkan kesejahteraannya. Jika warga kota merasa mereka membutuhkan pangan maka sudah sewajarnya warga kota menghargai petani dan peternak dan membayar hasil tani dengan harga yang wajar. Pemerintah juga harus adil dan bijaksana agar hubungan warga desa dan warga kota semakin berkeadilan dan berkemanusiaan.

Tekonologi yang melaju secara eksponensial harus dipertimbangkan dalam memajukan desa. Banyak hambatan yang dulu dihadapi warga desa untuk memasarkan hasil pertaniannya sekarang dapat diterobos melalui pemasaran melalui internet. Warga desa tak lagi bergantung pada kota terdekat untuk memasarkan hasil taninya. Kemajuan dalam teknologi juga dapat dimanfatkan untuk memangkas biaya logistik. Produk desa dapat dimanfaatkan pada pasar terdekat, pasar nasional bahkan pasar global.

Mungkinkah hidup di Desa bisa menjadi Kaya?

Warga desa harus jeli mengenal produk desa yang dibutuhkan masyarakat serta mempunyai nilai jual yang tinggi. Produk tersebut dapat berupa hasil tani organik, buah eksotik atau produk yang berasal dari tanaman setempat baik berupa payung, terompah, cinderamata. Sebagian tanaman di desa merupakan tanaman obat yang banyak dibutuhkan masyarakat. Keindahan alami setempat juga dapat dikembangkan untuk wisata desa. Waktu orang untuk berlibur sudah bertambah singkat sehingga berwisata ke desa akan merupakan alternatif menikmati liburan keluarga. Rumah-rumah di desa perlu direnovasi sehingga mampu menjadi homestay yang menyenangkan meski tetap berupa rumah yang sederhana.

Salah satu yang perlu diantisipasi warga desa adalah dominasi global terhadap produk lokal. Bukan tak mungkin akan dikeluarkan peraturan internasional yang mengatur syarat berkebun, beternak yang dimaksudkan untuk melindungi konsumen tapi dapat berdampak pada penguasaan pertanian dan peternakan oleh pemodal besar bahkan pemodal besar global.

Pelita Desa ingin mengajak teman-teman memikirkan jenis-jenis produk desa yang dapat meningkatkan penghasilan warga desa secara nyata. Ayo tuangkan kreativitas Anda untuk memajukan desa. Ide anda kami tunggu dan hadiah pun menanti.

Samsuridjal (www,pelitadesa.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EnglishIndonesian