Petani Digital Tak Lagi Tertinggal

Suatu siang 2 petani terlibat obrolan seputar benih padi yang akan mereka tanam. Petani pertama menanyakan kepada rekannya itu perihal kebiasaannya menanam benih-benih padi baru yang ia dapat melalui belanja online.

Petani kedua menjawab, “Benih-benih baru biasanya menawarkan keunggulan tertentu dibanding benih lain yang sudah ada. Alhamdulillah, benih-benih yang saya pilih terbukti hasilnya bagus.”

Ia bercerita, kebiasaannya mencari informasi seputar benih padi dan seluk-beluk pertanian melalui internet karena tidak ingin ketinggalan informasi.

Ia percaya, kalau jadi petani digital tak lagi tertinggal. Saat ini, tidak sulit untuk tahu informasi petani yang menjadi kaya setelah memanfaatkan teknologi internet.

Pengalaman petani kedua tadi, sebut saja namanya Sugi, bukan nama sebenarnya, sudah banyak dialami oleh petani-petani lainnya.

 

Internet sebagai kebutuhan

Sebagian di antara mereka, boleh kita sebut sebagai petani digital, bahkan sudah menganggap internet menjadi kebutuhan.

“Cari aja di internet. Banyak. Tinggal pilih yang harganya cocok.” Itu jawaban yang biasa mereka lontarkan kepada rekan atau tetangga yang belum berinternet.

Jika anda termasuk yang belum menggunakan internet, coba saja buka salah satu marketplace dan ketikkan produk pertanian yang ingin anda cari. Dalam hitungan detik, akan muncul begitu banyak pilihan.

 

Cari informasi apa saja di internet

Kalau kebetulan anda butuh informasi cara bertani dengan baik, bukalah google dan ketik informasi yang diinginkan.

Misalnya, ketik “cara mengatasi hama wereng.” Dalam sekejap, akan muncul puluhan artikel yang anda maksud. Tinggal baca satu per satu, bandingkan informasinya satu sama lain, simpulkan dan kemudian praktekkan. Atau jika anda petani buah, bisa ketik “cara memberi pupuk yang benar.”

Tak perlu menunggu lama, anda segera tahu apa yang harus dilakukan. Tak heran jika sekarang ini semakin banyak anak muda, yang bahkan masih pemula, berhasil di dunia pertanian maupun peternakan modern berkat informasi di internet.

Sampai di sini, bagaimana pendapat anda? Apakah cukup jadi penonton saja atau mau belajar untuk menjadi petani digital, petani yang melek internet?

 

Pembelajaran tentang perkembangan internet

Sedikitnya ada 2 pelajaran yang bisa kita dapat dari gambaran-gambaran tentang perkembangan dunia internet di tanah air.

Media internet bisa kita pakai sebagai media promosi atau jualan produk-produk pertanian kita. Contohnya marketplace, sebuah platform media di dunia maya yang diciptakan sebagai media jual beli.

 

Dengan terpangkasnya rantai perdagangan menjadi lebih pendek, petani bisa mendapat hasil lebih tinggi dan pembeli pun bisa belanja dengan lebih murah.

Selain sebagai media promosi, internet sudah seharusnya dimanfaatkan oleh para petani digital untuk terus memperkaya wawasan seputar profesinya.

Dengan mengikuti perkembangan mutakhir dunia pertanian/peternakan, petani bisa lebih berdaya menghadapi aneka tekanan di luar yang mungkin terjadi.

Mungkin anda bertanya, dari mana datangnya informasi-informasi terbaru di internet yang terus bermunculan. Jawabannya adalah, dari para praktisi pertanian, akademisi dan wartawan serta penulis.

Nah, anda yang merasa sudah berhasil dalam bertani, sangat bisa berkontribusi dalam penyebaran informasi dengan cara menuliskan tips, trik atau apapun seputar dunia yang ada geluti.

Dengan cara ini, anda turut membangun dunia pertanian/peternakan yang lebih maju di tanah air. Pada level ini, artikel dengan judul “Petani Digital Tak Lagi Tertinggal” tidak mustahil akan benar terbukti.

 

Sumber : PakTaniDigital

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EnglishIndonesian