Wakaf, Alternatif Solusi Percepatan Pembangunan Desa

Percepatan pembangunan daerah terutama pedesaan saat ini menjadi perhatian dari berbagai instansi pemerintah maupun swasta. Hal tersebut dilakukan sebagai upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat yang berada di desa. Program pemerintah ini tidak akan maksimal tanpa adanya dukungan dari masyarakat. Salah satu dukungan nyata yang dapat diberikan yaitu wakaf.

Wakaf menurut Undang-undang No 41 tahun 2004 merupakan perbuatan hukum wakif untuk memisahkan dan atau menyerahkan sebagian harta benda miliknya untuk dimanfaatkan selamanya atau untuk jangka waktu tertentu sesuai dengan kepentinganya guna keperluan ibadah dan atau kesejahteraan umum mealui syariah. Aktivitas wakaf ini dirasa mampu memberikan dukungan kepada pemerintah karena harta benda yang diserahkan oleh wakif dapat digunakan untuk kesejateraan umum. Proses yang mudah dan tidak ada batasan minimal membuat wakaf dapat dilaksanakan dimana saja.

Manfaat wakaf bagi desa yang dapat dirasakan seperti pembangunan fasilitas pedidikan, fasilitas kesehatan dan fasilitas umum yang akan mendorong meningkatnya kesejahteraan masyarakat. Misalnya di suatu daerah untuk mengakses fasilitas pendidikan harus berjalan jauh dan berbasah-basahan karena harus menyeberangi sungai. Maka wakaf dapat memberikan solusi dengan membangun fasilitas pendidikan di daerah tersebut atau dapat dengan membangun jembatan agar perjalanan siswa tidak terganggu.

Wakaf juga dapat mengurangi pengangguran melalui wakaf produktif. Wakaf produktif dilakukan dengan mengelola dana wakaf sehingga mendapatkan hasil dari pengelolaan tersebut. Proses pengelolaan wakaf tersebut membutuhkan tenaga kerja sehingga orang-orang yang nganggur mendapatkan pekerjaan.

Seandainya wakaf ini dapat dilaksanakan di berbagai daerah dan pemerintah memberikan dukungan penuh maka dalam waktu singkat kesejahteraan Indonesia akan meningkat dengan signifikan. Maka jika hal itu terjadi angka kemiskinan akan menurun, tingkat buta huruf berkurang, tingkat kesehatan meningkat, jumlah daerah tertinggal berkurang dan lain sebagainya.

Oleh : Sdr. Imam Fauzi (Wakil Ketua Lembaga Wakaf BANGUN DESA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *